Kamis, 01 Desember 2016

[Artikel] PENTINGNYA MAHASISWA SEBAGAI PEJUANG UNTUK PERUBAHAN

Oleh:
Ade Zulkarnaen  (03161007),
Program studi Teknik Mesin,
Institut Teknologi Kalimantan.


             Berbicara tentang Mahasiswa berarti berbicara tentang orang yang belajar di perguruan tinggi, baik  di universitas, institut atau akademi. Ya, orang-orang yang terdaftar sebagai pelajar di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidaklah sesempit itu. Pengertian Mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah suatu gelar yang bisa menjadi kebanggaan sekaligus tantangan. Bagaimana tidak, seorang mahasiswa adalah penuntut ilmu  yang memiliki ekspektasi dan tanggung jawab yang besar. Bukan hanya untuk dirinya namun juga berkontribusi dengan terlibat langsung dalam tiap fenomena sosial. Seorang mahasiswa harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselesari perubahan terhadap masyarakat, bangsanya bahkan dunia. Disisi lain, mahasiswa adalah fase manusia yang paling optimal. Kekuatan fisik, kematangan pikiran, intelektualitas seluruhnya telah terdapat pada fase mahasiswa. Dengan demikian, seorang mahasiswa mampu memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan. Tentang bagaimana ia membawa perubahan, mahasiswa adalah seseorang yang dapat menggabungkan pangkal-pangkal pikir dari sekian banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat dan dapat memberikan solusi dengan segenap buah pemikirannya.

Hal tersebut merupakan hal yang wajar mengingat berbagai gelar dan status yang disandangkan kepada mahasiswa, yaitu sebagai kaum intelektual, tonggak perubahan, penerus bangsa dan lainnya. Mahasiswa itu bukan lagi seorang siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula hanya sebagai rakyat, dan bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat proporsional sendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal hakikat, peran, dan fungsi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi sebenarnya dari seorang mahasiswa.

Pertama, Mahasiswa sebagai Pengendali Sosial (Social Control) dan kaitannya dengan Agen Perubahan (Agent Of Change). Artinya, seorang mahasiswa harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan memiliki kepekaan yang tinggi sehingga jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan masyarakat dan seorang mahasiswa menyadari bahwa hal itu salah, maka mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan hal yang seharusnya dengan intelegensi dan cara berpikir yang matang dengan menerapkan disiplin ilmunnya, sehingga diharapkan untuk merubah keadaan yang dihadapinya menjadi lebih baik kedepannya.

Seperti disebutkan diawal bahwa seorang mahasiwa bukan hanya sekedar siswa yang hanya belajar dan berfikir, bukan pula hanya sebagai rakyat, dan bukan pemerintah. Namun kaitannya dalam hal ini adalah seorang mahasiswa dituntut untuk memiliki kepekaan tinggi akan keadaan yang terjadi di masyarakat, serta memiliki kemampuan untuk menganalisa permasalahan dalam lingkungan masyarakat yang tidak sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa. Kemudian, mencarikan solusi dengan kemantapan integritas sehingga dapat menjembatani aspirasi antara masyarakat dengan pemerintah dalam penyelesaiannya. Oleh karena itulah mahasiswa disebut sebagai garda terdepan dan sebagai tumpuan kebangkitan untuk melakukan perubahan.

Tentunya sebagai penjaga stabilitas sosial di lingkungan masyarakat, terlebih dahulu seorang mahasiswa diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang dimiliki (Moral Force). Seorang mahasiswa dituntut untuk memiliki moral yang baik agar bisa menjadi tauladan di masyarakat termasuk memiliki rasa tanggung jawab, tanggap dan kritis. Misalnya dalam suatu keadaan di lingkungan masyarakat, mahasiswa harus tanggap dalam mengetahui keadaan yang sedang terjadi di lingkungan masyarakat. Setelah itu mahasiswa harus bersifat kritis dalam menganalisa permasalahan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Kemudian bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan.

Intinya, mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa yang kelak akan menjadi sebagai tulang punggung bangsa di masa depan, dan menggantikan generasi-generasi sebelumnya dari golongan tua ke golongan muda. Oleh karena itu, proses kaderisasi harus terus dilaksanakan terus menerus karena dalam hal ini adalah peranan mahasiswa sebagai Generasi Penerus (Iron Stock). Karena kalau bukan mahasiswa muda yang akan menjadi penerus bangsa ini, siapa lagi yang akan melanjutkan perjuangan orang-orang sebelum mereka dalam memajukan tanah air indonesia.

Mahasiswa dapat dikatakan memiliki posisi diantara masyarakat dengan pemerintah. Dimana, mahasiswa dapat menjadi penyampai aspirasi rakyat dengan melakukan interaksi sosial dengan dilanjutkan analisis masalah sehingga mampu menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah. Sebaliknya, mahasiswa juga harus bisa membantu pemerintah dalam mensosialkan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan cara menerjemahkan maksud dari berbagai kebijakan kontroversional agar lebih mudah dimengerti masyarakat. Sehingga yang diharapkan adalah, mahasiswa tidak melulu cenderung menyalahkan pemerintah dengan berbagai kegiatan seperti orasi dan sebagainya. Namun, posisi mahasiswa juga sebagai penyambung lidah dari pemerintah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman pada kebijakan yang ada.
Demikianlah Hakikat peran, fungsi, dan posisi Mahasiswa sebagai agen perubahan dalam lingkungan masyarakat dan pemerintahan. Sebagai kesimpulan, marilah kita sebagai mahasiswa yang diharapkan oleh masyarakat dan bangsa kita dengan menerapkan hakikat peran dan fungsi serta posisi kita sebagai mahasiswa untuk menjadi generasi penerus bangsa. Kita dapat merubah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju dengan menggabungkan pemahaman tersebut sebagai mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa di masa depan.

Oleh mahasiswa pejuang,
Ade Zulkarnaen
Read More ->>

Rabu, 23 November 2016

A lot of changes [Throwback masa SMA NEGERI 6 BALIKPAPAN]

Bismillah..
Alhamdulillah dezul bisa mulai nulis lagi di blog ini setelah vacum 3 tahun gak nulis hehe soalnya ada masalah waktu login abisnya bikin blog ini dulu (2010: masih kelas 1 MTs. red) sign upnya pake akun yahoo dan yaa agak trouble nya disitu sampe give up nulis sampe sekarang.
3 tahun ya hmmm ngomongin 3 tahun ke belakang itu memang waktu yang singkat, tapi dibalik itu ada sangat panjang perjalanan yang aku jalanin karna masa masa itu ya masa SMA juga, yah masa putih abu abu dengan sejuta istilah yang kalian kenal. Tapi aku mau dan lagi pengen banget bahas 3 tahun itu disini. Mulai dari masa kelas x dimana kondisi aku sendiri yang masih bener" murni kebawa masa jaman MTs dulu kemudian masuk ke jaman kelas xi yang dibilang "lagi semangat-semangatnya belajar" soalnya sempet dapet rangking 2 waktu itu (hahahaha) lalu kelas xii dimana setiap hari aku selalu berpikir tentang hari perpisahan yang tak terelakkan dan berusaha mencetak memori yang indah setiap harinya (and finally i've made it) sampe akhirnya sekarang jadi civitas akademika dengan segala embel-embel agent of change, iron stock dll. Iya sampe akhirnya sekarang aku jadi mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan, well walaupun masih terbilang semester 1 tapi uh udah paham sekali rasanya menjadi mahasiswa sejadi penjunjung tri dharma perguruan tinggi.

X: Everything's begin here


Dezul kelas 1 SMA

Yaa kelas x dulu aku ada di kelas X-1 SMA NEGERI 6 BALIKPAPAN tahun ajaran 2013/2014. Selayaknya anak SMA "baik-baik" lainnya ikutlah kegiatan mos, beberapa organisasi dan ekstrakurikuler yang ada (walaupun akhirnya cuma join OSIS doang gapapa lah ya). Tahun di kelas x ini kurasa terlalu datar, flat, ugh kinda gitu gitu aja tapi satu yang terjadi yang membuat X ini sangat begitu berarti adalah ketemu sama dia. Dia yang sampe hari ini masih duduk bersandar di bahu ku dia yang sedari dulu menemani masa-masa sulit dan indah bahkan saat tersulit sekalipun. Ya satu satunya yang berkesan dari X adalah dia.

Dezul dan Syifa kelas 1 SMA

Dia adalah syifaatul mahmudah, wanita pendiam dengan sekolah asal yang sama kaya aku, yaa MTs Negeri 1 Balikpapan bahkan kami selalu sekelas sejak kelaa VII sampai kelas XI di sekolah itu jadi wajar sudah kenal (walaupun cuma sekedar tau nama dia). Tapi sejak saat kelas X ini lah awal kedekatan kami. Sebagai sahabat sebangku, iya bangku dengan permukaan bolong-bolong dan ukiran di dinding itu saksi bisunya. Sampe akhirnya yaaaaaa ya gitu hahaha. Abisnya apa apa waktu itu bareng dia dari dikelas duduk sebangku, ke kanting bareng, pulang bareng, sampe sering ngikut kerumah dia juga yang waktu itu masih di daerah senayan. Karena hal itu juga ahirnya buat aku jadi "kurang sosil" sama anak cowo kelas ku dulu di kelas X ini. Sampe sempat skiptis gitu lah yang kurang enak didenger juga. Makanya diawal tadi aku sempet bilang diawal kalo masa kelaa X itu bisa dibilang flat. But berhubung ini masih awal jadi ya terlalu awal untuk menyimpulkan segalanya. Oh iya ini ada dikit foto waktu kelas x dulu hahaha
Dezul sama syifa kelas X (era c360+cymera)


XI: Lagi rajin-rajinnya explore dunia
Naik ke kelas XI dengan nilai yang yaa alhamdulillah lah haha, nah di kelas XI ini aku duduk di bangku kelas XI IPA 1 tahun 2014/2015 beda sama dia, Syifaatul mahmudah atau syifa atau atul yang di kelas XI ini beda kelas sama dezul. Dia ada di kelas XI IPA 4. Tapi banyak yang bilang jarak bukan alasan bener kan yaa. Halah halaah padahal beda jarak 10 meter doang kelasnya hahaha.
Nah tapi ini ngaruh banget loh beneran, seperti yang udah aku jelasin di awal aku waktu kelas X itu apa apa sama dia. Duduk sebangku sampe seharian pokoknya bareng dia. Jelas lah ini ngaruh banget ke aku waktu di awal tahun ajaran yang sulit adaptasi jadi sering kabur ke kelasnya dia nongkrong ama dia. Ga mau ke kelas. Sampai-sampai waktu kelas XI itu aku duduk sendirian sumpah walaupun akhirnya dapet temen sebangku Artha yudha kusuma, yang nantinya bakal aku ceritain juga kalo kami sebangku juga waktu kelas XII terus sampe lulus SMA.
Artha sama dezul kelas XI (fokus deh itu rambut dezul pirang haha)



Kelas XI dan kelas XII inilah yang aku sebut masa SMA yang sebenarnya, beneran. Di kelas XI ini aku mulai paham gjmana SMA yang sebenarnya, dari organisasi, pelajaran dalam kelas, bolos pacaran, hang out bareng temen, futsal, sebut aja hal apa yang paling asyik waktu SMA dulu.

Bubuhan belakang XI IPA 1

Di kelas XI hubungan aku sama dia pernah sempat ada guncangan, yaa well i'm a jerk on that times. Yaa mungkin masih terlalu gagu ketemu sama temen" baru jadinya lebih sering main sama mereka dibanding ketemu sama dia. Yaa biasalah masalah salah komunikasi ga bisa nongki bareng sampe katanya dia yang "cari-cari alasan" supaya bisa ketemu hahaha tapi emang bener kata dia dan aku ngakuin kalo aku yang berubah waktu awal kelas XI itu. Tapi karna kami kuat dan bisa janga komitmen semuanya bisa kami lewatin sama sama dengan indah. Ini nih buktinya hahaha:

Yakk putih abu abu sekali

Skandal balon ku ada 5

Oh iya, tadi aku sempet bilang kelas XI ini banyak explore sama anak kelas, satu hal yang aku paling salut dari temen" waktu kelas XI ini karna yaaa rasa solid satu sama lain yang keliatan banget sampai sampai gosipnya dipuji pula di kalangan guru gitu hahaha

Ya ini kelas XI IPA 1

Oh iya ngomongin tentang guru, kami punya dua guru mata pelajaran kesayangan waktu itu pertama guru biologi kami tercinta ibu Dyah umiyati, guru senior yang memiliki segudang ilmu dan pengalaman kehidupan yang bertahap beliau ajarkan kepada kami. Selain itu Mrs. Jojor siahaan, guru bahasa inggris yang pernag bilang sangat suka mengajar di kelas kami (i loved this class, katanya. Sumpah sampai detik ini beliau masih kenal dan akrab dengan seisi siswa/i kelas kami. Nah karna kedekatan ini juga dezul sempat tuh diajakin ikut lomba english debate bareng anak kelas lain tuh di tingkat kota dan alhamdulillah dapat juara 1, dan yaa yang tutor juga maam jojor langsung sampe beliau nanya-nanya tentang blogger dan minta diajarin ngeblog juga (ini beneran). Ini nih waktu ikut english debate about renewable energy yang diadakan STT MIGAS Balikpapan

Hiraukan wajah saya

Debating is about how to think smart and speak hard

Eak 1st winner

Yaa sepintas gitu sih perjalanan waktu di kelas XI dulu ramenya seru-serunya banyak yang lebih ke akademik karna ya gatau juga kenapa atau gimana tapi faktanya memang gitu hahaha oh iya dulu juga sempat tuh sebelum perpisahan walaupun yaa cuma main outbond doang seharian di woodypark balikpapan 





 ——————————
Oke mungkin sampe sini dulu curahan flashback dezul soalnya ini baru inget ada tugas kuliah yang belum selesai jadi yaa nulis blog ini kubuat dua part. Padahal awalnya mau langsung sekali satu post nih tapi sikonnya ga bisa. See u in part 2 guyss xoxo
Read More ->>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow Me !

.

.

Put your alternative Non Flash content here.

.

.
.

.

.